DON’T-POST: Menutup rangkaian Ujian Akhir Semester (UAS) dengan cara yang berbeda, mahasiswa bersama dosen pengampu menyelenggarakan talk show bertajuk "Pancasila, Perempuan, dan Agama". Acara yang berlangsung di Auditorium Multikultural Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Kamis siang (15/1/25) ini menghadirkan perspektif segar mengenai bagaimana perempuan menjadi pilar utama dalam menjaga moderasi beragama di Indonesia.
Kegiatan kolaborasi antara Unikama dengan ITSK RS. Dr. Soepraoen ini bukan sekadar seremoni perayaan UAS, melainkan upaya mendiseminasikan tugas UAS berupa project citizen. “selain pemutaran film pendek (tugas UAS), kegiatan ini dibuka dengan penampilan drama musikal dari mahasiswa ITSK RS. Dr. Soepraoen yang sangat memukau”, ucap Romadhon Dosen Pengampu.
Wakil Rektor Bidangan Pengembangan Sumber Daya dan Universitas, Irma Tyasari, SE, S.Pd, MM, Ak, CA, CPA, CRA, Ph.D, dalam sambutannya mengapresiasi gagasan yang dilakukan Pak Romadhon. “ini kegiatan yang memiliki feedback yang bagus, akhir perkuliahan selama 1 semester dirayakan dengan penuh makna mulai pemutaran film pendek hingga penampilan yang bagus setiap kelas”, ujarmya.
Ahmad Zahidin Al Faruq mahasiswa Prodi PGSD semester 7 selaku Ketua panitia penyelenggara menyatakan bahwa perayaan UAS kali ini sengaja difokuskan pada penguatan mentalitas dan spiritualitas. "Kami ingin mahasiswa pulang ke rumah masing-masing setelah ujian dengan membawa semangat baru: menjadi agen perubahan yang mampu mencintai agamanya sekaligus mencintai bangsanya dengan cara-cara yang bijak," pungkasnya.
Kegiatan ini yang bukan semata penampilan dari perwakilan kelas. Perayaaan ini menghadirkan narasumber yang pakar dibidangnya. Yunita Dwi Pristiani, M.Sc, Ka. Prodi PPKn UNP Kediri yang memaparkan seputar Sinergi Agama dan Pancasila dalam Menjamin Martabat dan Keadilan bagi Perempuan.
Narasumber yang lain, Dr. Sita Acetylena, M.Pd yang juga Ketua Pusat Studi Gender dan Keluarga Islami – Pascasarjana Universitas Al-Aqolam Malang mengupas tentang Menenun Kebhinekaan: Peran Perempuan dalam Melestarikan Tradisi Lokal sebagai Perekat Lintas Iman.
Sementara Dr. Nor Salam, M.HI Dosen STAI Al-Yasini Pasuruan memaparkan tentang Reinterpretasi Teks Keagamaan yang Inklusif dalam Meneguhkan peran Perempuan.
Salam, Sapaan akrab dalam paparannya menyatakan Islam dengan ajaran egaliternya telah menempatkan laki-laki dan perempuan pada possi yang setara. Penafsiran terhadap sumber dogmatis Islam-alquran dan hadis- itulah yang kemudian melahirkan pemahaman misoginis.
Sementara Pancasila, lanjut pria kelahiran Masalembu Sumenep, memiliki nilai keselaran dengan nilai-nilai fundamental ajaran Islam, seperti ajaran tentang keadilan, kasih sayang dan lain-lain.
Disamping dihadiri peserta sekitar 300-an, kegiatan ini juga dihadiri Dr. Siti Muntomimah, MPd Ka. Prodi PG-PAUD, Dosen Prodi PPKn UNP Kediri, Ade Laressa, S.Psi., M.Psi, Psikolog Founder Miss Inspiratif Indonesia yang juga pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jawa Timur. (Mr. Don’t)














