SALATIGA – Sebuah momen hangat dan penuh kekeluargaan terekam dalam
acara Reuni dan Silaturahmi Alumni Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Salatiga
Angkatan 1977, baru-baru ini.
Dalam acara tersebut, CEO Whitecyber, Faris
Dedi Setiawan, tampak berdiskusi akrab dengan salah satu tokoh hukum
terkemuka Indonesia, Prof. Dr. Burhanudin, yang merupakan Guru
Besar Fakultas Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ditengah kesibukannya
setiap hari untuk mengelola dan membesarkan Perusahaan Riset dan Teknologi CEO Whitecyber ini masih meluangkan waktu untuk mengantarkan
ibundanya ke acara tersebut.
Namun, pertemuan ini bukan sekadar diskusi antara praktisi
teknologi dan akademisi. Ada benang merah sejarah yang menyentuh hati. Prof.
Burhanudin ternyata adalah sahabat karib dari ibunda Faris, Ibu Siti
Romsiatun. Keduanya pernah menimba ilmu bersama di bangku PGAN Salatiga
puluhan tahun silam.
CEO Whitecyber, Faris Dedi Setiawan bersama
Prof. Dr. Burhanudin (Guru Besar Fakultas Hukum UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta)
Perjalanan Jauh Demi Menjaga Tali Silaturahmi
Faris mengaku kagum dengan keteladanan yang ditunjukkan oleh
Prof. Burhanudin. Di tengah kesibukan beliau yang sangat padat sebagai Guru
Besar di Ibu Kota, Prof. Burhanudin rela menempuh perjalanan jauh dari Jakarta
menuju Salatiga semata-mata untuk menghadiri reuni ini.
"Ini pelajaran berharga bagi saya pribadi. Beliau
mengajarkan bahwa setinggi apapun jabatan atau gelar akademik seseorang, tidak
boleh memutus tali silaturahmi dengan kawan lama," ujar Faris.
Pesan Sang Profesor: Lestarikan Khataman Al-Qur'an
Dalam tausiyah dan sambutannya, Prof. Burhanudin tidak
berbicara tentang hukum pidana atau teori akademik yang rumit. Beliau justru
menekankan hal yang sangat mendasar namun sering dilupakan: Pentingnya
melestarikan budaya Reuni yang diisi dengan Khataman Al-Qur'an.
Menurut beliau, reuni bukan sekadar ajang kangen-kangenan
atau pamer kesuksesan. Reuni harus menjadi majelis ilmu dan ibadah.
"Hubungan persaudaraan itu akan kekal jika diikat
dengan Al-Qur'an. Tradisi khataman ini harus dijaga supaya pertemuan kita
membawa berkah, tidak hanya di dunia tapi sampai akhirat," pesan Prof.
Burhanudin di hadapan para alumni PGAN 1977.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Bagi Faris, pertemuan ini menjadi pengingat (alarm) di
tengah kesibukannya membesarkan Whitecyber. Bahwa kesuksesan bisnis
dan teknologi harus berjalan beriringan dengan adab dan penghormatan kepada
para pendahulu.
"Melihat keakraban Ibu saya (Siti Romsiatun) dengan
Prof. Burhanudin, saya menyadari bahwa persahabatan yang tulus itu tak lekang
oleh waktu. Sebagai generasi muda, tugas kita adalah melanjutkan estafet
silaturahmi ini," tutup Faris.
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepada Ibu Siti
Romsiatun, Prof. Burhanudin, dan seluruh alumni PGAN Salatiga 1977. Aamiin.











