Flash News
Diberdayakan oleh Blogger.
Mail Instagram Pinterest RSS
Siapa Romadhon?

CEO Whitecyber Bertemu Sahabat Lama Sang Ibu: Prof. Burhanudin Rela Tempuh Jakarta-Salatiga Demi Tradisi Khataman Al-Qur'an


SALATIGA
 – Sebuah momen hangat dan penuh kekeluargaan terekam dalam acara Reuni dan Silaturahmi Alumni Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Salatiga Angkatan 1977, baru-baru ini.

Dalam acara tersebut, CEO WhitecyberFaris Dedi Setiawan, tampak berdiskusi akrab dengan salah satu tokoh hukum terkemuka Indonesia, Prof. Dr. Burhanudin, yang merupakan Guru Besar Fakultas Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ditengah kesibukannya setiap hari untuk mengelola dan membesarkan Perusahaan Riset dan Teknologi CEO Whitecyber ini masih meluangkan waktu untuk mengantarkan ibundanya ke acara tersebut.

Namun, pertemuan ini bukan sekadar diskusi antara praktisi teknologi dan akademisi. Ada benang merah sejarah yang menyentuh hati. Prof. Burhanudin ternyata adalah sahabat karib dari ibunda Faris, Ibu Siti Romsiatun. Keduanya pernah menimba ilmu bersama di bangku PGAN Salatiga puluhan tahun silam.


CEO Whitecyber, Faris Dedi Setiawan bersama
Prof. Dr. Burhanudin
 (Guru Besar Fakultas Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

 

Perjalanan Jauh Demi Menjaga Tali Silaturahmi

Faris mengaku kagum dengan keteladanan yang ditunjukkan oleh Prof. Burhanudin. Di tengah kesibukan beliau yang sangat padat sebagai Guru Besar di Ibu Kota, Prof. Burhanudin rela menempuh perjalanan jauh dari Jakarta menuju Salatiga semata-mata untuk menghadiri reuni ini.

"Ini pelajaran berharga bagi saya pribadi. Beliau mengajarkan bahwa setinggi apapun jabatan atau gelar akademik seseorang, tidak boleh memutus tali silaturahmi dengan kawan lama," ujar Faris.

Pesan Sang Profesor: Lestarikan Khataman Al-Qur'an

Dalam tausiyah dan sambutannya, Prof. Burhanudin tidak berbicara tentang hukum pidana atau teori akademik yang rumit. Beliau justru menekankan hal yang sangat mendasar namun sering dilupakan: Pentingnya melestarikan budaya Reuni yang diisi dengan Khataman Al-Qur'an.

Menurut beliau, reuni bukan sekadar ajang kangen-kangenan atau pamer kesuksesan. Reuni harus menjadi majelis ilmu dan ibadah.

"Hubungan persaudaraan itu akan kekal jika diikat dengan Al-Qur'an. Tradisi khataman ini harus dijaga supaya pertemuan kita membawa berkah, tidak hanya di dunia tapi sampai akhirat," pesan Prof. Burhanudin di hadapan para alumni PGAN 1977.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Bagi Faris, pertemuan ini menjadi pengingat (alarm) di tengah kesibukannya membesarkan Whitecyber. Bahwa kesuksesan bisnis dan teknologi harus berjalan beriringan dengan adab dan penghormatan kepada para pendahulu.

"Melihat keakraban Ibu saya (Siti Romsiatun) dengan Prof. Burhanudin, saya menyadari bahwa persahabatan yang tulus itu tak lekang oleh waktu. Sebagai generasi muda, tugas kita adalah melanjutkan estafet silaturahmi ini," tutup Faris.

Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepada Ibu Siti Romsiatun, Prof. Burhanudin, dan seluruh alumni PGAN Salatiga 1977. Aamiin.