Wisata Dan Kuliner Malang Bisnis Dan Layanan Bisnis Dan Layanan Kisah Ulama Sewa mobil di Malang Personal Branding Dan Bisnis Ide Rumah Berbagi dan Menginspirasi Layanan Dropshiphing Belajar Tokopedia Ide Souvenir Bisnis UMKM Inspirasi Ide Barang Mewah Bisnis Kuliner Android handphone, iphone, laptop, and gadget Produk kosmetik berkualitas Personal Branding Dan Jurnal pendidikan Swasta Pendidikan Anak Paud/TK Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah Atas Pendidikan Gadget Dan Handphone bisnis digital Macam Bisnis Online Gadget, Komputer, Dan Handphone Wisata Kebumen Tren Properti Ide Desain Rumah Modern Wisata Lokal Bisnis Online Dan UMKM Bisnis Online Bisnis Online Kuliner Khas Jawa Jajanan Malang Wisata Indah Bisnis Terbaru pendidikan, sekolah Rumah Tangga dan Gaya Hidup Kecantikan dan Perawatan Diri Masakan dan Resep Travel dan Perjalanan Kesehatan dan Kebugaran Tutorial Software dan Aplikasi Konten Kreator Digital Creator Indonesia Infrastructure Monitoring PT Exact Global Teknologi cyber security Tips Keuangan Tips Reqrut Hrd Game PC Seru Meningkatkan Kinerja & Keamanan Perusahaan Bisnis Ide Terbaru Management Bisnis Game Lokal Indonesia Game Rekomendasi Terbaik Bisnis UMKM Terbaru Strategi Investasi Properti Rekomendasi Game Terseru Desain Rumah Terbaru Modern Properti Yang Cocok Untuk Invest Liburan Dan Membuat Konten SMP Islam Annuriyah Sekolah Dasar Islam Mbarot Berita Terkini Hari Ini Inspirasi Desain Interior Rumah Berita Dunia Terbaru Fakta Unik Dunia Review Game Terbaru Portal Game Online Tips Otomotif Motor Informasi Global Terkini Inspirasi Rumah Minimalis Info Hunian Idaman Hunian Modern Terbaru Referensi Hunian Keluarga Ide Desain Rumah Impian Gaya Hidup dan Aktivitas Harian Tips dan Trik Game Berita Otomotif dan Balap Rekomendasi Game Seru Modifikasi Motor Terbaru Dekorasi dan Interior Hunian Kabar Berita Nasional Rekomendasi Tempat Piknik Game Terpopuler Saat Ini Model Rumah Terbaru Inspirasi Rumah Idaman Kajian Islami dan Pesantren Informasi Otomotif dan Kecepatan Tips Memilih Tempat Tinggal Panduan Traveling Nusantara Destinasi Wisata Indonesia Info Wisata Terlengkap Dunia Game dan Esports Edukasi Anak dan Belajar Sambil Bermain Tips Bisnis Modal Kecil Ide Usaha Rumahan UMKM Go Digital Kuliner Khas Desa Cara Beli Rumah Mudah Investasi Properti Menguntungkan Peluang Cuan dan Keuangan Bisnis Digital dan Penghasilan Online Fakta dan Informasi Terpercaya Jurnal Berita dan Opini Kabar Jawa Tengah Terkini Kabar Jawa Timur Hari Ini Berita Metropolitan Terbaru Kabar Terupdate Hari Ini Arus Informasi Nasional Media Berita Nasional Suara Berita Daerah Berita Pers Terkini Portal Berita Terpercaya Parenting dan Dunia Anak Majalah Gaya Hidup dan Traveling Informasi dan Berita Daerah Inspirasi Gaya Hidup Harian Panduan Esports dan Game MOBA Pendidikan Islam Darul Hikmah SMK Laboratorium Unikama SMK Islam Kepanjen Sekolah Dasar Islam Mbarot

Flash News
Diberdayakan oleh Blogger.
Mail Instagram Pinterest RSS
Siapa Romadhon?

PERPUSTAKAAN PINTU GERBANG GERAKAN LITERASI






Oleh: Romadhon AS (Penggiat Literasi Sekolah)

 Sudah 2 pekan ini saya menghidupkan kembali gerakan literasi yg sempat mati suri. Saya menghidupkan ini dr ruang kelas yg mungkin sudah jarang dilakukan kebanyakan orang (baca:guru). Apa lagi ditempat pengabdian saya, sekolah dibawah naungan pondok pesantren. Tak semudah membalikkan telapak tangan. Ungkapan itu yg ada dlm pikiran. saya yg hanya memiliki waktu yg singkat. Tak lebih dari 35 menit memberikan layanan bimbingan dan konseling secara klasikal perlu dimanfaatkan dg seefektif mungkin. Sebenarnya, secara jujur. Saya menghidupkan gerakan literasi ini yg kemudian dikemas dlm materi layanan berangkat dr data UNESCO 2015 (jika tidak salah) yg merilis bahwa peringkat Indonesia dalam literasi dunia berada pada peringkat 60 dari 61 negara. Sementara, minat baca anak indonesia hanya mencapai 0.093%.

Artinya, kondisi ini memprihatinkan. Apalagi terjadi di kalangan pelajar (termasuk mahasiswa). Hal ini juga amanah permendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang gerakan literasi sekolah. Dimana sekolah berkewajiban melakukan literasi 5 menit sebelum pelajaran dimulai. Disinilah peran guru dipertaruhkan. Bukan sekedar menghabiskan materi pelajaran. Namun, memiliki rasa keprihatinan yg diikuti dg 'action' jarang kita temui di kalangan pendidik. Dan akhirnya, saya memutuskan hal yg mungkin saja mendapatkan kecaman, bahkan tak disukai siswa termasuk rekan kerja (mungkin). Dimana setiap jam tatap muka (layanan) peserta didik (konseli) 'harus' membawa buku bacaan yg disukai selain buku mata pelajaran. Dengan catatan 'tidak boleh pinjam pada teman'. Dengan maksud, agar anak mau berkunjung ke perpustakaan (ya, minimal pinjam buku). Tidak ada alasan perpustakaan ditutup atau alibi lainnya. Karena perpustakaan adalah jantung sekolah. Ketika perpustakaan ini mati, maka jangan banyak berharap meningkatkan mutu sekolah. Banyak orang sukses, para penulis, dan pemikir berawal dr sudut2 sekolah termasuk perpustakaan. Bahkan wahyu pertama pun diisyaratkan membaca. Bacalah! Perpustakaan, memang tak seasyik kantin atau ruang2 lainnya. Tapi, kita (guru) juga tak sepantasnya menutup mata dan telinga untuk mendorong generasi ini (baca: siswa) agar bisa menumbuhkan minat baca. Mendorong bukan bukan sekedar memerintah, memberi tugas. Tapi lebih dari itu, harus melibatkan diri secara nyata bahwa kita harus meliterasikan diri dlm berbagai kesempatan, termasuk mengisi waktu luang dg membaca.

 Literasi kali ini, cukup membuahkan hasil. Setidaknya minat baca anak sudah mulai bangkit kembali. Setidaknya pula anak sudah mau ke perpustakaan walaupun hanya sekedar meminjam buku. Bahkan, saya bertanya 'lebih sering mana, antara masuk ke perpustakaan dg sekber (kesiswaan)?'. Yg lebih ekstrim lagi, mulai masuk sekolah hingga saat ini belum pernah masuk ke perpustakaan. Literasi secara sederhana yg bisa saya lakukan adalah membaca, lalu memahami, dan menulis. Ini yg perlu digarisbawahi. Artinya, tak hanya membaca, namun juga memberikan entry point dr apa yg dibaca. Dalam bentuk format yg telah ditentukan. Lumayan, disamping membaca juga meningkatkan daya ingat. Dan ini berlanjut hingga mereka menikmati liburan sekolah yang akan dimulai tanggal 23 Nopember hingga 8 Desember 2017. Diakhir layanan, saya selalu mengingatkan membaca, bukan karena tugas dr guru. Melainkan, karena kita peduli pd kondisi negeri ini. Apalagi sebagai santri jaman now, jangan GapTek (gagap teknologi), jangan TelMi (telat.mikir). Hal ini mendorong peserta didik untuk tanggap pd perkembangan zaman dan mampu menjawab tantangan zaman ke depan. Kuncinya, sebagaimana Pak Iskandar, dosen saya semasa kuliah di Unikama yakni Baca baca, banyak tau. Sedikit baca, sedikit tau. Tidak baca, tidak pernah tau. Semoga tulisan singkat ini yg secara empiris telah dilakukan sekalipun masih banyak kekurangan dan kelemahan. Setidaknya saya memulai dr hal kecil. Karena pekerjaan yg sulit adalah pekerjaan yg tidak pernah dimulai.
Salam literasi...

Bumiayu, 12 Nopember 2017